Jakarta,Swaranusa7.com-24 November 2025,, Senin, PT Citra Putra Realty Tbk. Mengadakan Public Expose 2025 dari Jam 11.00 WIB sampai selesai, di Auditorium Lt.18 City i Jl. M.H. Thamrin No.8, Dukuh Atas Menteng, Jakarta Pusat.

Acara tersebut dipiimpin langsung oleh Direktur Utama Nany Adriani dan Direktur Chairul Umaya yang secara langsung menjelaskan kondisi operasional terkini
Pada acara ini juga dihadiri oleh
Joko Santoso selaku Corporate Secretary.

Management mengatakan:: “Bapak/Ibu pemegang saham undangan, para analis dan rekan-rekan media yang kami hormati .
Acara Paparan Publik PT Citra Putra Realty akan segera dimulai.

Kami mohon para hadirin dapat menerima jalannya paparan publik ini.

Pertama Pengenalan Management Perseroan dilanjut dengan alasan Penyelenggaraan Public Expose serta Visi dan Misi Perseroan.”

“Selanjutnya akan dipaparkan juga mengenai struktur bisnis Perseroan.lalu kinerja Perseroan terkini dan rencana Perseroan kedepan.

Management Perseroan berkata: “Bapak Raja Sapta Ervian. S.H., M.Hum selaku Komisaris Utama, Bapak James Rachmat Subekti selaku Komisaris Independen, Bapak Gories.Mare selaku Komisaris dan yang telah hadir bersama kita dan yang akan memimpin Ibu Nany.

Ibu Nany Andriani:
“Selamat pagi Bapak/Ibu pemegang saham, Tamu undangan, para analis dan Brekan-rekan media yang kami hormati. Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah menyempatkan waktunya untuk dapat menghadiri hPaparan Publik yang dapat terlaksana pada hari ini.

Atas Visi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi misi yang meliputi:
1.Mencapai standar management yang tinggi terutama dalam hal kualitas integritas dan efisiensi;

2.Melakukan pengembangan jaringan pelanggan sehingga dapat Jjmendukung dulu dr x888 (9 Oohhhpengembangan usaha yang signifikan; dan

3.Mengembangkan produk-produk kualitas terbaik pengembalian investasi yang tinggi.” Ucapnya.

Management memaparkan peta bisnis hospitality yang menjadi motor pendapatan perusahaan. Dua aset utama yang dikelola CLAY adalah The Stones di Legian Bali, serta Clay Hotel di Menteng, Jakarta.

“Berikut adalah paparan ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelol Perseroan maupun entitas anak

Pertama adalah The Stones Hotel, hotel bintang 5 yang berlokasi di Kuta Bali. Hotel ini memiliki jumlah kamar sebanyak 307 kamar dan memberikan lebih dari 90% kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

Dua Portofolio Hotel yang Menjadi Andalan Pendapatan

Clay Hotel yang terletak di daerah strategis di Jakarta Pusat dengan jumlah kamar sebanyak 70 di Indonesia dan dunia PT. Citra Putra Realty Tbk. menggelar Public Expose 2025

Jakarta, 24 November 2025, PT Citra Putra Realty Tbk. menggelar Public Expose 2025 dari Jam 11.00 WIB sampai selesai, di Auditorium Lt.18 City i Jl. M.H. Thamrin No.8, Dukuh Atas Menteng, Jakarta Pusat.

Acara tersebut dipiimpin langsung oleh Direktur Utama Nany Adriani dan Direktur Chairul Umaya yang secara langsung menjelaskan kondisi operasional terkini
Acara ini juga dihadiri oleh
Joko Santoso selaku Corporate Secretary.

Management berkata:: “Bapak/Ibu pemegang saham undangan, para analis dan rekan-rekan media yang kami hormati .
Acara Paparan Publik PT Citra Putra Realty akan segera dimulai.

Kami mohon para hadirin dapat menerima jalannya paparan publik ini.

Pertama Pengenalan Management Perseroan dilanjut dengan alasan Penyelenggaraan Public Expose serta Visi dan Misi Perseroan.”

“Selanjutnya akan dipaparkan juga mengenai struktur bisnis Perseroan.lalu kinerja Perseroan terkini dan rencana Perseroan kedepan.

Dan terakhir akan kami tutup dengan sesi tanya-jawab.

Management Perseroan berkata: “Bapak Raja Sapta Ervian. S.H., M.Hum selaku Komisaris Utama, Bapak James Rachmat Subekti selaku Komisaris Independen, Bapak Gories.Mare selaku Komisaris dan yang telah hadir bersama kita dan yang akan memimpin jalannya Public Expose pada hari ini yaitu Ibu Nany Adriani selaku
Direktur Utama memimpin langsung acara tersebut dan Chairul Umaya selaku direktur, yang secara rinci menjelaskan operational terkini, capaian keuangan hingga menjawab isu dinamika harga saham CLAY yg menjadi perhatian di pasar modal. Juga hadir Corporate Secretary Joko Santoso.

Ibu Nany Andriani:
“Selamat pagi Bapak/Ibu pemegang saham, Tamu undangan, para analis dan Rekan-rekan media yang kami hormati. Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah menyempatkan waktunya untuk dapat menghadiri Paparan Publik yang dapat terlaksana pada hari ini.

Atas Visi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi misi yang meliputi:
1.Mencapai standar management yang tinggi terutama dalam hal kualitas integritas dan efisiensi;

2.Melakukan pengembangan jaringan pelanggan sehingga dapat mendukung pngembangan usaha yang signifikan; dan

3.Mengembangkan produk-produk kualitas terbaik pengembalian investasi yang tinggi.” Katanya

Management memaparkan peta bisnis hospitality yang menjadi motor pendapatan perusahaan. Dua aset utama yang dikelola CLAY adalah The Stones di Legian Bali, serta Clay Hotel di Menteng, Jakarta.

Paparan ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan maupun entitas anak

Pertama adalah The Stones Hotel, hotel bintang 5 yang berlokasi di Kuta Bali. Hotel ini memiliki jumlah kamar sebanyak 307 kamar dan memberikan lebih dari 90% kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

Kedua Clay Hotel yang terletak di daerah strategis di Jakarta Pusat dengan jumlah kamar sebanyak 70 kamar dan dikelola oleh entitas Anak Perseroan yaitu PT. Citra Putra Thamrin. Untuk karyawan meningkatkan pendapatan, pada pertengahan Juli 2025, Perseroan merenovasi Clay Hotel yang direncakan akan selesai pada akhir 2025.
Beberapa hal yang diubah pada Clay Hotel pertama penambahan ruang meeting,
cafe bar di rooftop dan memperbesar area resto.” Ujar Ibu Nany Andriani.

The Stones Hotel, yang berdiri diatas tanah lebih dari 22 ribu meter persegi adalah aset unggulan dengan 308 kamar dan fasilitas lengkap mulai dari restoran, ballroom, spa, hingga kolam renang. Hotel ini tercatat sebagai kontributor terbesar pendapatan perusahaan.

Selanjutnya adalah Paparan mengenai data ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan, serta pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang akan disampaikan oleh
Bapak Chairul Umaya.

Bapak Chairul Umaya menjelaskan:”Pentingnya keterbukaan informasi kepada publik dan regulator, bahwa seluruh data material
Perusahaan telah disampaikan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kontribusi pendapatan Perseroan berasal dari Stones Hotel – Bali yaitu sebesar Rp.102,20 miliar sampai dengan September 2025 (belum diaudit). Pendapatan tersebut baru mencapai 44,92% dan capaian pendapatan ditahun 2024 sebesar 227,5 miliar.

Clay Hotel memberikan kontribusi sampai dengan September 2025 (belum diaudit) sebesar Rp. 1,37 miliar. Pendapatan tersebut sudah mencapai 44,92% dan
capaian pendapatan di tahun 2024 sebesar 3,05 miliar rupiah.

Bapak Chairul Umaya mengatakan:”Nilai Aset sebesar Rp.12,50 milliar yaitu semula per 31 yg Desember 2024 adalah sebesar Rp.539, 55 miliar menjadi Rp.552,05 miliar. Kenaikan ini disebabkan olehl bertambah nya kas dan setara kas Perseroan.

Diabilitas Perseroan mengalami Kenaikan per 30 September 2025 sebesar 15,56 miliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.526,55 menjadi Rp..542,12 miliar.

Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp.3 05 miliar pada September 2025 yang semula sebesar Rp.12,98 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp.9,93 milliar. Penurunan ekuitas disebabkan oleh kerugian yang dialami oleh Perseroan per 30 September 2025.

Pendapatan sampai dengan September 2025 dibukukan sebesar Rp.103,57 miliar sedangkan pada September 2024 sebesar Rp..187, 52 miliar.

Pada September 2025, harga pokok penjualan sebesar Rp.59,05 miliar atau 57% dari pendapatan sedangkan per 30 September 2024. Harga pokok penjualan sebesar Rp
S88,64 miliar atau 47,27% dari pendapatan,

Per 30 September 2025, Perseroan mengalami kerugian komprehensif sebesar Rp.3,05 miliar atau sedangkan pada 30 September 2024 Perseroan memiliki laba komprehensif sebesar Rp.11,30 miliar.
Demikian selanjutnya saya kembalikan kepada Ibu Nany.

Ibu Nany: “Kita llanjut berencana Perseroan kedepan. Perseroan dalam saat ini masih berfokus
optimalisasi kinerja hotel, baik The Stones Hotel maupun The Clay Hotel melalui anak Perusahaan. Bangunan Rumah Sakit Royal Sukadana juga menjadi rencana Perseroan yang difokuskan saat ini. Dari perhitungan telat dilakukan saat ini. Dari perhitungan yang telah dilakukan oleh Perseroan, pengerjaan Rumah Sakit akan selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun apabila tidak ada kendala dalam pekerjaannya ‘.
Demikian paparan kami untuk public Expose hari ini.

Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu dan dikelola oleh entitas
Anak Perseroan yaitu PT. Citra Putra Thamrin. Untuk meningkatkan pendapatan, pada pertengahan Juli 2025, Perseroan merenovasi Clay Hotel yang direncakan akan selesai pada akhir 2025.
Beberapa hal yang diubah pada Clay Hotel pertama penambahan ruang meeting,
cafe bar di rooftop dan memperbesar area resto.” Ucap Ibu Nany Andriani.

The Stones Hotel, yang berdiri diatas tanah lebih dariku 22 ribu meter persegi adalah aset unggulan dengan 308 kamar dan fasilitas lengkap mulai dari restoran, ballroom, spa, hingga kolam renang. Hotel ini tercatat sebagai kontributor terbesar pendapatan perusahaan.

Selanjutnya adalah Paparan mengenai data ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan, mengalami serta pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang akan disampaikan oleh
Bapak Chairul Umaya.

Bapak Chairul Umaya berkata: “Pentingnya keterbukaan informasi kepada publik dan regulator, bahwa seluruh data material
Perusahaan telah disampaikan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kontribusi pendapatan Perseroan berasal dari Stones Hotel – Bali yaitu sebesar Rp.102,20 miliar sampai dengan September 2025 (belum diaudit). Pendapatan tersebut baru mencapai 44,92% dan capaian pendapatan ditahun 2024 sebesar 227,5 miliar.

Clay Hotel memberikan kontribusi sampai dengan September 2025 (belum diaudit) sebesar Rp. 1,37 miliar. Pendapatan tersebut sudah mencapai 44,92% dan
capaian pendapatan di tahun 2024 sebesar 3,05 miliar rupiah.

Bapak Chairul Umaya mengatakan:”Nilai Aset sebesar Rp.12,50 milliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.539, 55 miliar menjadi Rp.552,05 miliar. Kenari ini disebabkan olehl bertambah nya kas dan setara kas Perseroan.

Disabilitas Perseroan mengalami Kenaikan per 30 September 2025 sebesar 15,56 miliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.526,55 menjadi Rp..542,12 miliar.

Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp.3 05 miliar pada September 2025 yang semula sebesar Rp.12,98 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp.9,93 milliar. Penurunan ekuitas disebabkan oleh kerugian yang dialami oleh Perseroan per 30 September 2025.

Pendapatan sampai dengan September 2025 dibukukan sebesar Rp.103,57 Yo 52 miliar.

Pada September 2025, harga pokok penjualan sebesar Rp.59,05 miliar atau 57% dari pendapatan sedangkan per 30 September 2024. Harga pokok penjualan sebesar Rp
88,64 miliar atau 47,27% dari pendapatan,

Per 30 September 2025, Perseroan mengalami kerugian komprehensif sebesar Rp.3,05 miliar atau sedangkan pada 30 September 2024 Perseroan memiliki laba komprehensif sebesar Rp.11,30 miliar.
Demikian selanjutnya saya kembalikan kepada Ibu Nany.”

Ibu Nany: “Kita berlanjut berencana Perseroan kedepan. Perseroan dalam saat ini masih berfokus
optimalisasi kinerja hotel, baik The Stones Hotel maupun The Clay Hotel melalui anak Perusahaan. Bangunan Rumah Sakit Royal Sukadana juga menjadi rencana Perseroan yang difokuskan saat ini. Dari perhitungan telat dilakukan saat ini. Dari perhitungan yang telah dilakukan oleh Perseroan, pengerjaan Rumah Sakit akan selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun apabila tidak ada kendala dalam pekerjaannya

Demikian paparan kami untuk Public Expose hari ini.
Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu.”

PT. Citra Putra Realty Tbk. mengadakan Public Expose 2025

Jakarta, 24 November 2025,, Senin, PT Citra Putra Realty Tbk. Mengadakan Public Expose 2025 dari Jam 11.00 WIB sampai selesai, di Auditorium Lt.18 City i Jl. M.H. Thamrin No.8, Dukuh Atas Menteng, Jakarta Pusat.

Acara tersebut dipiimpin langsung oleh Direktur Utama Nany Adriani dan Direktur Chairul Umaya yang secara langsung menjelaskan kondisi operasional terkini
Pada acara ini juga dihadiri oleh
Joko Santoso selaku Corporate Secretary.

Management mengatakan:: “Bapak/Ibu pemegang saham undangan, para analis dan rekan-rekan media yang kami hormati .
Acara Paparan Publik PT Citra Putra Realty akan segera dimulai.

Kami mohon para hadirin dapat menerima jalannya paparan publik ini.

Pertama Pengenalan Management Perseroan dilanjut dengan alasan Penyelenggaraan Public Expose serta Visi dan Misi Perseroan.”

“Selanjutnya akan dipaparkan juga mengenai struktur bisnis Perseroan.lalu kinerja Perseroan terkini dan rencana Perseroan kedepan.

Management Perseroan berkata: “Bapak Raja Sapta Ervian. S.H., M.Hum selaku Komisaris Utama, Bapak James Rachmat Subekti selaku Komisaris Independen, Bapak Gories.Mare selaku Komisaris dan yang telah hadir bersama kita dan yang akan memimpin Ibu Nany.

Ibu Nany Andriani:
“Selamat pagi Bapak/Ibu pemegang saham, Tamu undangan, para analis dan Brekan-rekan media yang kami hormati. Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah menyempatkan waktunya untuk dapat menghadiri hPaparan Publik yang dapat terlaksana pada hari ini.

Atas Visi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi misi yang meliputi:
1.Mencapai standar management yang tinggi terutama dalam hal kualitas integritas dan efisiensi;

2.Melakukan pengembangan jaringan pelanggan sehingga dapat Jjmendukung dulu dr x888 (9 Oohhhpengembangan usaha yang signifikan; dan

3.Mengembangkan produk-produk kualitas terbaik pengembalian investasi yang tinggi.” Ucapnya.

Management memaparkan peta bisnis hospitality yang menjadi motor pendapatan perusahaan. Dua aset utama yang dikelola CLAY adalah The Stones di Legian Bali, serta Clay Hotel di Menteng, Jakarta.

“Berikut adalah paparan ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelol Perseroan maupun entitas anak

Pertama adalah The Stones Hotel, hotel bintang 5 yang berlokasi di Kuta Bali. Hotel ini memiliki jumlah kamar sebanyak 307 kamar dan memberikan lebih dari 90% kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

Dua Portofolio Hotel yang Menjadi Andalan Pendapatan

Clay Hotel yang terletak di daerah strategis di Jakarta Pusat dengan jumlah kamar sebanyak 70 di Indonesia dan dunia PT. Citra Putra Realty Tbk. menggelar Public Expose 2025

Jakarta, 24 November 2025, PT Citra Putra Realty Tbk. menggelar Public Expose 2025 dari Jam 11.00 WIB sampai selesai, di Auditorium Lt.18 City i Jl. M.H. Thamrin No.8, Dukuh Atas Menteng, Jakarta Pusat.

Acara tersebut dipiimpin langsung oleh Direktur Utama Nany Adriani dan Direktur Chairul Umaya yang secara langsung menjelaskan kondisi operasional terkini
Acara ini juga dihadiri oleh
Joko Santoso selaku Corporate Secretary.

Management berkata:: “Bapak/Ibu pemegang saham undangan, para analis dan rekan-rekan media yang kami hormati .
Acara Paparan Publik PT Citra Putra Realty akan segera dimulai.

Kami mohon para hadirin dapat menerima jalannya paparan publik ini.

Pertama Pengenalan Management Perseroan dilanjut dengan alasan Penyelenggaraan Public Expose serta Visi dan Misi Perseroan.”

“Selanjutnya akan dipaparkan juga mengenai struktur bisnis Perseroan.lalu kinerja Perseroan terkini dan rencana Perseroan kedepan.

Dan terakhir akan kami tutup dengan sesi tanya-jawab.

Management Perseroan berkata: “Bapak Raja Sapta Ervian. S.H., M.Hum selaku Komisaris Utama, Bapak James Rachmat Subekti selaku Komisaris Independen, Bapak Gories.Mare selaku Komisaris dan yang telah hadir bersama kita dan yang akan memimpin jalannya Public Expose pada hari ini yaitu Ibu Nany Adriani selaku
Direktur Utama memimpin langsung acara tersebut dan Chairul Umaya selaku direktur, yang secara rinci menjelaskan operational terkini, capaian keuangan hingga menjawab isu dinamika harga saham CLAY yg menjadi perhatian di pasar modal. Juga hadir Corporate Secretary Joko Santoso.

Ibu Nany Andriani:
“Selamat pagi Bapak/Ibu pemegang saham, Tamu undangan, para analis dan Rekan-rekan media yang kami hormati. Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada saudara yang telah menyempatkan waktunya untuk dapat menghadiri Paparan Publik yang dapat terlaksana pada hari ini.

Atas Visi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi misi yang meliputi:
1.Mencapai standar management yang tinggi terutama dalam hal kualitas integritas dan efisiensi;

2.Melakukan pengembangan jaringan pelanggan sehingga dapat mendukung pngembangan usaha yang signifikan; dan

3.Mengembangkan produk-produk kualitas terbaik pengembalian investasi yang tinggi.” Katanya

Management memaparkan peta bisnis hospitality yang menjadi motor pendapatan perusahaan. Dua aset utama yang dikelola CLAY adalah The Stones di Legian Bali, serta Clay Hotel di Menteng, Jakarta.

Paparan ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan maupun entitas anak

Pertama adalah The Stones Hotel, hotel bintang 5 yang berlokasi di Kuta Bali. Hotel ini memiliki jumlah kamar sebanyak 307 kamar dan memberikan lebih dari 90% kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.

Kedua Clay Hotel yang terletak di daerah strategis di Jakarta Pusat dengan jumlah kamar sebanyak 70 kamar dan dikelola oleh entitas Anak Perseroan yaitu PT. Citra Putra Thamrin. Untuk karyawan meningkatkan pendapatan, pada pertengahan Juli 2025, Perseroan merenovasi Clay Hotel yang direncakan akan selesai pada akhir 2025.
Beberapa hal yang diubah pada Clay Hotel pertama penambahan ruang meeting,
cafe bar di rooftop dan memperbesar area resto.” Ujar Ibu Nany Andriani.

The Stones Hotel, yang berdiri diatas tanah lebih dari 22 ribu meter persegi adalah aset unggulan dengan 308 kamar dan fasilitas lengkap mulai dari restoran, ballroom, spa, hingga kolam renang. Hotel ini tercatat sebagai kontributor terbesar pendapatan perusahaan.

Selanjutnya adalah Paparan mengenai data ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan, serta pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang akan disampaikan oleh
Bapak Chairul Umaya.

Bapak Chairul Umaya menjelaskan:”Pentingnya keterbukaan informasi kepada publik dan regulator, bahwa seluruh data material
Perusahaan telah disampaikan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kontribusi pendapatan Perseroan berasal dari Stones Hotel – Bali yaitu sebesar Rp.102,20 miliar sampai dengan September 2025 (belum diaudit). Pendapatan tersebut baru mencapai 44,92% dan capaian pendapatan ditahun 2024 sebesar 227,5 miliar.

Clay Hotel memberikan kontribusi sampai dengan September 2025 (belum diaudit) sebesar Rp. 1,37 miliar. Pendapatan tersebut sudah mencapai 44,92% dan
capaian pendapatan di tahun 2024 sebesar 3,05 miliar rupiah.

Bapak Chairul Umaya mengatakan:”Nilai Aset sebesar Rp.12,50 milliar yaitu semula per 31 yg Desember 2024 adalah sebesar Rp.539, 55 miliar menjadi Rp.552,05 miliar. Kenaikan ini disebabkan olehl bertambah nya kas dan setara kas Perseroan.

Diabilitas Perseroan mengalami Kenaikan per 30 September 2025 sebesar 15,56 miliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.526,55 menjadi Rp..542,12 miliar.

Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp.3 05 miliar pada September 2025 yang semula sebesar Rp.12,98 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp.9,93 milliar. Penurunan ekuitas disebabkan oleh kerugian yang dialami oleh Perseroan per 30 September 2025.

Pendapatan sampai dengan September 2025 dibukukan sebesar Rp.103,57 miliar sedangkan pada September 2024 sebesar Rp..187, 52 miliar.

Pada September 2025, harga pokok penjualan sebesar Rp.59,05 miliar atau 57% dari pendapatan sedangkan per 30 September 2024. Harga pokok penjualan sebesar Rp
S88,64 miliar atau 47,27% dari pendapatan,

Per 30 September 2025, Perseroan mengalami kerugian komprehensif sebesar Rp.3,05 miliar atau sedangkan pada 30 September 2024 Perseroan memiliki laba komprehensif sebesar Rp.11,30 miliar.
Demikian selanjutnya saya kembalikan kepada Ibu Nany.

Ibu Nany: “Kita llanjut berencana Perseroan kedepan. Perseroan dalam saat ini masih berfokus
optimalisasi kinerja hotel, baik The Stones Hotel maupun The Clay Hotel melalui anak Perusahaan. Bangunan Rumah Sakit Royal Sukadana juga menjadi rencana Perseroan yang difokuskan saat ini. Dari perhitungan telat dilakukan saat ini. Dari perhitungan yang telah dilakukan oleh Perseroan, pengerjaan Rumah Sakit akan selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun apabila tidak ada kendala dalam pekerjaannya ‘.
Demikian paparan kami untuk public Expose hari ini.

Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu dan dikelola oleh entitas
Anak Perseroan yaitu PT. Citra Putra Thamrin. Untuk meningkatkan pendapatan, pada pertengahan Juli 2025, Perseroan merenovasi Clay Hotel yang direncakan akan selesai pada akhir 2025.
Beberapa hal yang diubah pada Clay Hotel pertama penambahan ruang meeting,
cafe bar di rooftop dan memperbesar area resto.” Ucap Ibu Nany Andriani.

The Stones Hotel, yang berdiri diatas tanah lebih dariku 22 ribu meter persegi adalah aset unggulan dengan 308 kamar dan fasilitas lengkap mulai dari restoran, ballroom, spa, hingga kolam renang. Hotel ini tercatat sebagai kontributor terbesar pendapatan perusahaan.

Selanjutnya adalah Paparan mengenai data ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan, mengalami serta pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang akan disampaikan oleh
Bapak Chairul Umaya.

Bapak Chairul Umaya berkata: “Pentingnya keterbukaan informasi kepada publik dan regulator, bahwa seluruh data material
Perusahaan telah disampaikan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kontribusi pendapatan Perseroan berasal dari Stones Hotel – Bali yaitu sebesar Rp.102,20 miliar sampai dengan September 2025 (belum diaudit). Pendapatan tersebut baru mencapai 44,92% dan capaian pendapatan ditahun 2024 sebesar 227,5 miliar.

Clay Hotel memberikan kontribusi sampai dengan September 2025 (belum diaudit) sebesar Rp. 1,37 miliar. Pendapatan tersebut sudah mencapai 44,92% dan
capaian pendapatan di tahun 2024 sebesar 3,05 miliar rupiah.

Bapak Chairul Umaya mengatakan:”Nilai Aset sebesar Rp.12,50 milliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.539, 55 miliar menjadi Rp.552,05 miliar. Kenari ini disebabkan olehl bertambah nya kas dan setara kas Perseroan.

Disabilitas Perseroan mengalami Kenaikan per 30 September 2025 sebesar 15,56 miliar yaitu semula per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp.526,55 menjadi Rp..542,12 miliar.

Jumlah Ekuitas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp.3 05 miliar pada September 2025 yang semula sebesar Rp.12,98 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp.9,93 milliar. Penurunan ekuitas disebabkan oleh kerugian yang dialami oleh Perseroan per 30 September 2025.

Pendapatan sampai dengan September 2025 dibukukan sebesar Rp.103,57 Yo 52 miliar.

Pada September 2025, harga pokok penjualan sebesar Rp.59,05 miliar atau 57% dari pendapatan sedangkan per 30 September 2024. Harga pokok penjualan sebesar Rp
88,64 miliar atau 47,27% dari pendapatan,

Per 30 September 2025, Perseroan mengalami kerugian komprehensif sebesar Rp.3,05 miliar atau sedangkan pada 30 September 2024 Perseroan memiliki laba komprehensif sebesar Rp.11,30 miliar.
Demikian selanjutnya saya kembalikan kepada Ibu Nany.”

Ibu Nany: “Kita berlanjut berencana Perseroan kedepan. Perseroan dalam saat ini masih berfokus
optimalisasi kinerja hotel, baik The Stones Hotel maupun The Clay Hotel melalui anak Perusahaan. Bangunan Rumah Sakit Royal Sukadana juga menjadi rencana Perseroan yang difokuskan saat ini. Dari perhitungan telat dilakukan saat ini. Dari perhitungan yang telah dilakukan oleh Perseroan, pengerjaan Rumah Sakit akan selesai dalam waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 tahun apabila tidak ada kendala dalam pekerjaannya

Demikian paparan kami untuk Public Expose hari ini.
Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Ibu.”

(Swn7.c-)

By Admin7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *