JAKARTA, Swaragemati.id – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengajak Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk terus berperan aktif memajukan seni dan budaya Indonesia. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Seni dan Budaya (LSB) PP Muhammadiyah di Cikini, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Mengusung tema “Membumikan Dakwah Berkemajuan, Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusif”, Rakernas menjadi forum strategis memperkuat peran seni budaya sebagai bagian dari dakwah dan pembangunan peradaban.
Dalam sambutannya, Fadli Zon menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar yang selama lebih dari satu abad berkontribusi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kebudayaan.
“Muhammadiyah sudah memberi kontribusi luar biasa bagi bangsa melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, pembentukan karakter kebangsaan, dan tentu saja melalui seni budaya,” ujar Fadli.
Ia menilai berdirinya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri menjadi momentum menguatkan amanat konstitusi Pasal 32 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional.
Fadli menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang terdiri dari 1.340 suku, 718 bahasa daerah, lebih dari 2.700 warisan budaya takbenda, dan 743 cagar budaya nasional.
“Saya sudah berkeliling ke lebih dari 100 negara dan belum menemukan kekayaan budaya yang melebihi Indonesia,” katanya.
Menurutnya, tidak ada pertentangan antara agama dan kebudayaan. Justru, budaya menjadi media dakwah yang efektif seperti yang dilakukan para ulama terdahulu.
“Film, musik, seni pertunjukan, kaligrafi, arsitektur masjid, hingga tradisi lokal dapat menjadi media dakwah yang efektif. Budaya adalah kekuatan lunak yang harus terus dikembangkan,” tegasnya.
Senada, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan seni budaya memiliki posisi strategis dalam dakwah kultural Muhammadiyah.
“Seni dan budaya menjadi bagian penting dari peradaban bangsa. Ketika kita mengembangkan seni budaya, sesungguhnya kita sedang membangun kebudayaan yang pada akhirnya melahirkan peradaban umat manusia,” ujar Haedar.
Ia mencontohkan lagu Sang Surya, seni drum band, hingga bela diri Tapak Suci sebagai identitas Muhammadiyah yang memperkuat solidaritas dan dikenal hingga mancanegara.
Pada kesempatan itu, Fadli menawarkan sejumlah program kerja sama, mulai dari Dana Indonesiana, pengembangan festival seni, hingga Santri Film Festival sebagai wadah generasi muda menyalurkan kreativitas.
Rakernas LSB PP Muhammadiyah diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam mengembangkan seni budaya sebagai sarana dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas bangsa.
(
(Jurnslis/Swg .id-/ Nur Tanjung)
