“
BOGOR, http://Swaranusa7.com – Heru, salah seorang pemohon perpanjangan STNK kendaraan roda dua di Samsat Cibinong, Kabupaten Bogor, mengaku proses cek fisik kendaraannya tidak dipungut biaya alias gratis.
Saat diwawancarai awak media, Heru ditanya mengenai pembayaran pajak tahunan. Ia mengatakan setiap tahun selalu datang sendiri untuk memperpanjang dan merasa ada pengurangan sebesar Rp5.000 tiap tahunnya.
Heru berharap agar nominal pajak bisa lebih murah. Ia mengaku keberatan dengan besaran pajak kendaraannya yang mencapai Rp375.000 per tahun.
Untuk menggambarkan perbandingan, media kemudian bertanya berapa bungkus rokok yang dihabiskan Heru dalam sehari. Awalnya Heru tidak menjawab.
Saat ditanya lagi, Heru menyebut harga rokok yang ia beli Rp15.000 per bungkus. Dari situ dihitung, jika dalam sehari 1 bungkus, maka dalam sebulan ia bisa menghabiskan Rp450.000 untuk rokok.
Padahal, jika dihitung, pajak Rp375.000 per tahun jika dibagi 12 bulan hanya sekitar Rp31.250 per bulan.
“Pak, keberatan tidak?” tanya media.
Heru hanya terdiam, lalu beranjak meninggalkan awak media yang sedang ngopi bersama di kantin Samsat Cibinong.
Ironi seperti ini sering terjadi di masyarakat. Di satu sisi, roda pembangunan harus terus berjalan dan salah satu penggeraknya adalah pajak. Namun di sisi lain, persepsi ke masyarakat dirasa kurang berimbang.
Banyak masyarakat merasa berat menyerahkan uangnya untuk membayar pajak, tetapi tidak merasa rugi mengeluarkan uang untuk membeli rokok yang justru merusak kesehatan mereka sendiri.
(Swaranusa7.com/Nur Tanjung)
