SURABAYA, http://Swaranusa7.com – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat. Namun, aksi tersebut dipastikan tidak akan dilakukan pada akhir Agustus 2026 ini.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk aksi besar, tapi tidak di bulan Agustus,” kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea usai peresmian Gedung DPD KSPSI AGN Jatim di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Andi mengungkapkan alasan penundaan aksi. Menurutnya, banyak pihak yang berpotensi menunggangi aksi buruh pada bulan ini.
“Koalisi besar buruh di Agustus kami tidak punya rencana demo besar, karena banyak sekali tunggangan-tunggangan yang akan menumpangi aksi besar kami,” ujarnya.
Dia memastikan KSPSI tetap menyiapkan langkah aksi jika jalur diplomasi gagal dan tidak mencapai kesepakatan.
“Maka aksi besar menjadi pilihan buat koalisi besar. Dan kami tidak menutup diri untuk aksi. Walaupun aksi besar, seperti pesan Pak Kapolri, aksi besar bermartabat,” katanya.
KSPSI dijadwalkan bertemu dengan Panja Komisi IX DPR pada Senin (24/8) pukul 13.00 WIB, dilanjutkan pertemuan dengan Badan Legislasi DPR. Dari pertemuan itu, KSPSI akan melihat keseriusan pemerintah dan DPR.
“Kita akan melihat proses tanggal Senin jam 1 siang kami akan bertemu Panja Komisi 9, lalu bertemu dengan Badan Legislasi DPR, kami akan melihat keseriusannya,” tambahnya.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Gedung DPD KSPSI AGN Jawa Timur di Surabaya. Andi mengatakan gedung tersebut merupakan gedung lama sejak 1988 dan disebut terbesar di Asia. Ia berharap gedung itu bisa dimanfaatkan untuk konsolidasi serikat, pelatihan, dan koalisi besar.
“Dengan koalisi besar perjuangan buruh Indonesia yang para presidennya hadir di sini. Kami juga sangat berterima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya atas perhatian yang sangat luar biasa terhadap buruh,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan DPR nanti, KSPSI akan mengusulkan agar Desk Ketenagakerjaan masuk dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang rencananya akan disahkan Oktober 2026.
“Karena kami mengkhawatirkan kalau Kapolrinya berganti, kebijakan keberpihakan terhadap buruh nanti menghilang. Karena itu kami mendukung dari koalisi besar perjuangan buruh Indonesia agar desk ketenagakerjaan masuk dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang nanti akan disahkan bulan Oktober,” pungkasnya.
(Swaranusa7.com)
Catatan buat Besty:
Poin kuatnya ada di: Tunda aksi Agustus karena "ditunggangi" + Bertemu DPR Senin + Usul Desk Ketenagakerjaan. Itu yang bikin beritanya beda dari yang lain.
Mau pake judul no berapa besty? Atau mau aku bikinin lead + kutipan grafis buat IG juga? 😁
((Swn7.c-)
